Asma Pada Anak

Asma merupakan suatu kondisi yang sangat kompleks dan membuat pusing penderita, orang tua, maupun petugas kesehatan. Serangan asma bisa terjadi sewaktu-waktu dan pada tingkat umur tidak bisa diperkirakan. Anak penderita asma mengalami gangguan aliran udara masuk dan keluar dari paru. Saluran yang dilalui udara pernapasan selalau merah dan terserang peradangan. Saluran napas sangat peka dan terangsang bila anak kena flu atau terserang virus lain dan saluran napas kontak dengan zat-zat yang merangsang timbulnya serangan asma.

Asma merupakan penyakit kornis yang sering ditemukan pada anak usia sekolah. Hingga penyakit asma sering menyebabkan anak bolos sekolah dan sering merupakan indikasi untuk masuk perawatan rumah sakit.

Penyakit asma tidak hanya mempengaruhi hidup keseharian anak tetapi juga berpengaruh pada setiap anggota keluarga. Dan buruknya, orang tua banyak mempercayai isu dan gosip yang berkembang mengenai asma di masyarakat. Penyakit asma pada anak perlu dipertimbangkan kehidupan kesehariannya.

Di Amerika, terdapat 5 juta anak belasan tahun yang menderita asma dan setahunnya sekitar 160.000 anak usia sekolah yang masuk perawatan rumah sakit karena asma. Di Amerika ditemukan 1 dari 13 anak sekolah menderita asma dan lebih tinggi pada anak usia taman bermain yang tinggal di perkotaan. Publikasi lain mengutarakan 5 % anak usia di bawah 15 tahun di Amerika menderita asma. Jumlah ini sama besar dengan sekitar 2-5 juta anak yang menderita asma di Amerika.

Pada usia anak-anak, asma menimpa anak laki-laki dalam jumlah dua kali lebih banyak dibanding dengan anak perempuan. Sekitar satu dari empat anak akan mengidap asma pada tahap tertentu dalam pertumbuhananya. Sekitar 50% anak-anak penderita asma yang ringan, akan membaik kondisinya dan sembuh dalam pertumbuhan mereka menjadi dewasa. Sisanya harus hidup bersama penyakit ini yang akan banyak mempengerauhi atau mengganggu pendidikan mereka.

Penyakit asma yang sudah terdeteksi lebih dini pada anak akan semakin untuk pengobatan dan penyembuhannya, sehingga serangan asma bisa dihindari dan dikendalikan.

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | 1 Comment

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak

Kita perlu memikirkan sejenak saat paru-paru bekerja seperti seharunya. Dua buah kantung mirip spons yang terletak di rongga dada ini melakukan pekerjaannya secara efisien dan otomatis, kemudian mengambil cukup udara segar yang dipenuhi oleh oksigen untuk memungkinkan sel-sel bekerja , sehingga tubuh kita melakukan apa yang bisa kita inginkan dan perlu kita lakukan serta mengeluarkan karbon dioksida, hasil alami metabolisme yang perlu dipindahkan.

Pada anak-anak yang menderita penyakit asma atau yang disebut dengan anak-anak asmatik, serangkaian aktivitas yang rumit dan berbelit-belit ini menurun, mengakibatkan udara sulit masuk ke dalam paru-paru. Saat bereaksi berlebihan, saluran udara yang meradang akan menyempit. Aliran udara yang berkurang dan gejala-gejala lain yang mulai muncul. Penyebab penyakit asma pada anak salah satunya disebabkan karena sistem imunitas anak.

Anda mungkin akan bertanya apa kaitan yang sistem kekebalan tubuh anak dengan penyebab penyakit asma pada anak. Kekebalan biasanya dianggap sesuatu yang baik dan seperti itulah sistem kekebalan tubuh yang merespons kita terkena tubuh infeksi bakteri, terpotong atau memar, atau virus. Saat bakteri misalnya menyerang sistem kekebalan tubuh yang akan bekerja dengan cepat, mengenali penyerangnya sebagai pembuat masalah serta bisa melepaskan antibody untuk menghancurkan bakteri dan virus yang menganggu serta membuat kondisi Anda kembali normal. Sebagai pembela tubuh yang utama, sistem ekebalan tubuh akan merespons setiap ancaman yang akan mengerahkan sumber-sumber daya tubuh.

Dalam penyebab penyakit asma pada anak, biasanya sistem ini bekerja sangay baik dalam memicu penyebab penyakit asma pada anak atau antigen misalnya seperti serbuk, kutu kucing, makanan yang tertentu dan tungau debu yang bisa berasa menjadi tidak menyenangkan, namun tidak segera menimbulkan bahaya. Bukannya menyapu keluar kutu atau serbuk dengan bersin, sistem kekebalan tubuh justru bekerja semakin cepat, dengan mengerahkan tubuh untuk melepas anibodi spesifik pembasmi antifen dan mencetuskan serangan penyakit asma.

Sistem kekebalan tubuh sangat rumot dan kompleks. Namun, prosesnya yang menimbulkan gejala penyakit asma sebaiknya Anda pahami, sehingga Anda bisa memahami kondisi anak Anda secara lebih baik, mengapa sistem kekebalan tubuhnya berekasi secara berlebihan dan bagaimana penngobatan asma yang efektif ini bisa menghentikan prosesnya yang merusak.

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak-Anak

Ketika mengetahui anak kita menderita asma, sebaiknya kita memberitahukan keadaanya pada pihak sekolah, ataupun tempat dia melakukan kegiatan lain diluar sekolah. Sebagai orangtua, janganlah merasa malu untuk memberitahukan hal tersebut. Asma pada anak-anak bukan penyakit yang memalukan dan bukan pula penyakit menular. Hal ini sangat penting untuk keselamatan anak-anak. Asma itu dapat terjadi dan dating secara tiba-tiba, dan orang-orang disekitar anak kita sebaiknya mengetahui bagaimana mengatasi serangan yang terjadi, ataupun bagaimana menghbungi dokter atau rumah sakit yang dapat menolong anak dari serangan itu. Anda dapat memberikan catatan sebagai panduan kepada guru kelas, ataupun guru les ke anak Anda, bagaimana tindakan yang harus dilakukan ketika asma dating menyerang.

Dalam menangani asma pada anak-anak, kebanyakan tidak optimal, baik dalam diagnosa, penanganannya maupun tindakan pencegahannya. Banyak terjadi penyakit tidak terdiagnosa dengan segera ataupun salah diagnosa. Ada dokter yang mendiagnosa sebagai penyakit pari-paru, TBC , atau sebagai batuk biasa yang tidak perlu dikhawatirkan karena yang menonjol hanya gejala batuknya saja. Padahal telah terjadi asma dan penyakit it uterus berlanjut.

Sebagai orangtua sebaiknya selalu memperhatikan keadaan dan kesehatan anak, dan faktor-faktor yang dicurigai menjadi pencetus penyakit asma pada anak-anak. Asma memang sebuah penyakit yang misterius, baik terjadinya maupun tingkat kambuhannya. Kita dapat bekerja sama dengan dokter untuk menginformasikan gejala-gejala yang sering terjadi pada anak untuk membantu diagnosa dan pengobatan yang tepat. Banyak terjadi pada penderita asma baru ke dokter atau kerumah sakit setelah mengalami sesak nafas , dan asma berada dalam tingkatt lanjut, akhirnya penanganannya pun akan lebih komplek dan biaya yang timbul pun menjadi tidak sedikit lagi. Dengan rutin dan terattur mengontrol asma yang dideritanya, pencegahan dari kambuhan asma yang sering terjadi dapat dilakukan dan biaya pengobatan pun akan terkendali.

Asma terjadi dalam tiga derajat yakni, ringan, sedang, maupun berat. Kelainan asma pada anak-anak ringan tidak berbahaya bagi kesehatan dan dapat sembuh secara spontan. Namun, kelainan ini sangat mengganggu aktivitas akibat rasa sesak yang ditimbulkannya. Sementara itu, asma derajat sedang dan berat umumnya memerlukan terapi jangka panjang, bahkan mungkin menjalani rawat inap.

Penyakit asma pada anak-anak diturunkan secara genetic dari prangtua yang menderita asma. Keluhan asma dapat dipicu oleh aktivitas fisik atau olahraga yang melelahkan, hawa dingin, ataupun penyakit influenza. Penyakit asma umumnya dittandai dengan suara mengi yang khas saat menarik maupun mengeluarkan napas. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak yang memiliki riawayat alergi terhadao bahan makanan tertentu, seperti seafood, susu, telur, maupun alergi terhadap hawa dingin, dan obat-obatan tertentu.

Asma yang tidak ditangani dengan baik akan mengganggu aktivitqs anak sehari-hari. Tingkat kambuhannya pun akan lebih sering terjadi sehingga dapat mengganggu aktivitas anak, mengganggu sekolah anak, mengganggu prestasi anak dan dapat pula mengganggu kualitas hidup anak, bahkan mengganggi keuangan keluarga karena harus serting ke dokter dan membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit. Asma pada anak dapat dicegah dan dikurangin tingkat kambuhannya dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak serta mengontrol asma itu secara teratur. Dengan demikian asmanya dapat dikendalikan dengan baik, pasien dapat mengatur dan mengontrol tubuhnya dengan baik pula. Memastikan anak Anda dalam kondisi lingkungan yang sehat juga merupakann salah satu hal penting untuk menangani masalah ini.

 

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak Balita

Penyakit asma kerap dijumpai pada anak balita. Namun, gambaran klinis asma pada anak dan balita sangat bervariasi. Intenstias dan berat ringannya serangan dapat berubah-ubah setiap waktu sehingga terkadang sulit mendiagnosanya. Bahkan dapat salah mendiagnosa. Akibatnya, upaya pengobatan pun menjadi tidak maksimal.

Gejala umum ditandai sesak napas dan mengi (napas yang berbunyi). Anak yang patut diduga asma biasanya mengalami batuk dan mengi yang muncul secara periodik, cenderung berlangsung pada malam atau dini hari, musiman atau setelah beraktivitas yang melelahkan. Anak dengan riwayat asma dan atopi pada keluarga juga potensial mengalami asma.

Ketika asma berlangsung, jaringan tubuh mengalami perubahan. Yakni pengecilan diameter jalan napas, perubahan respons otot saluran napas, gangguan pernafasan otonom dalam mengatur otot polos saluran napas dan kerusakan sel epitel mukosa saluran napas.

Faktor-faktor yang mencetuskan penyakit asma pada anak balita terdiri atas :

1. Terganggunya emosi. Hal ini membuat penyempitan saluran napas

2. Alergi merupakan salah satu faktor penting berkembangnya asma. Sedangkan, atopi merupakan cikal bakal penyakit yang disebabkan oleh aleri atau realsi imunologis (respons kekebalan tubuh).

Beberapa yang sering dijumpai, di antaranya rhintis (perangsangan pada selaput lendir hidung), sinusitis, urticaria (biduran atau ruam), alergi terhadap cuaca, makanan atau zat tertentu dll. Perlu ditelusuri adanya riwayat penyakit-penyakit itu pada keluarga Anda.

3. Faktor non alergi meliputi infeksi virus, bakteri, zat-zat penyebab iritasi dan polusi.

Meskipun faktor genetik sangat penting, namun pemicu asma sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk itu, bagi anak yang belum terjangkir asma, perlu dilakukan pencegahan. Di antaranya, dengan memberi ASI eksklusif, menghindari makanan yang tingkat alerginitisnya (penyebab alergi) tinggi dan hindari dari asap rokok.

Pencegahan asma pada anak balita, antara lain :

1. Hindari minuman bersoda, minuman dingin, kacang-kacangan dan gorengan

2. Hindari debu jalanan, debu selimut dan tempat tidur, serta kasur kapuk.

3. Jagalah kebersihan seluruh perabot rumah tangga. Misalna mengepel lanatai secara rutin setiap hari, mencuci karpet dan gorden 2 minggu sekali, mengelap meja, lemari, kaca, mainan anak dsb.

4. Jauhi udara yang tercemar maupun udara dan air yang dingin

5. Hindari zat-zat yang membuat iritasi seperti obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, asap rokok, hair spray, minyak wangi, dan bau bahan kimia yang tajam.

6. Hindari aktivitas fisik yang berat dan melelahkan

7. Konsultasikan secara rutin kondisi asma anak kepada dokter. Sediakan selalu obat-obatan yang mampu mengatsi serangan asma.

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak Kecil

Asma merupakan suatu kondisi yang sangat kompleks dan membuat pusing penderita, orangtua, maupun petugas kesehatan. Serangan asma bisa terjadi sewaktu-waktu dan pada tingkat umur tidak bisa diperkirakan. Anak penderita asma mengalami gangguan aliran udara pernapasan kecil yang dilalui udara masuk dan keluar dari paru. Saluran yang dilalui udara masuk dan keluar paru. Saluran yang dilalui udara pernapasan selalu merah dan terserang peradangan.Saluran napas sangat peka dan terangsang bila anak terkena flu atau terserang virus lain dan saluran napas kntak dengan zat-zat yang merangsang timbulnya serangan asma.

Asma merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada anak usia sekolah. Hingga penyakit asma sering menyebabkan anak bolos sekolah dan sering merupakan indikasi untuk masuk perawatan rumah sakit.

Penyakit asma tidak hanya mempengaruhi hidup keseharian anak tetapi juga berpengaruh pada setiap anggota keluarga. Dan buruknya, orangtua banyak mempercayai isu dan gosip yang berkembang mengenai asma di masyarakat. Penyakit asma pada anak perlu dipertimbangkan kehidupan kesehariannya.

Pada asma saluran napas sangat peka menjadi sembab sehingga pernapasan menjadi sulit. Tidak ada obat yang tepat buat penyakit asma, tetapi asma bisa dikendalikan hingga anak yang menderita asma bisa hidup bersama mengikuti keseharian rekan sebayanya.

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak Kecil

Asma umumnya terjadi pada anak dengan kisaran usia 5-14 tahun. Di Amerika Serikat telah meningkat 72% dalam kurun waktu empat belas tahun. Pada tahun 2001, sekitar 74, % atau leibih dari satu di antara lima belas golongan anak tersebut menderita asma.

Meningkatnya angka penderita asma ini adalah salah satu misteri terbesar dalam bidang kesehatan dan kedoteran modern. Salah satu penyebab yang pasti tentu karena kedokteran kini lebih tepat dalam mendiagnosa asma. Di masa lalu, banyak kasus asma yang salah didiagnosa sebagai flu, infeksi sinus, alergi dsb.

Tanda atu gejala asma pada anak umumnya adalah :

1. Batuk dan bunyi mendesing (wheezing) waktu bernapas ataupun sedang tidak menghirup atau mengeluarkan udara pernapasan.

2. Dada seperti tertekan atau terikat tidak bebas bergerak. Kalaupun dinding dada bergerak ikut pernapasan, napas seperti pendek.

3. Dinding saluran napas mengeluarkan lendir yang kental.

4. Karena pernapasan pendek, sulit udara masuk dan keluar melalui saluran pernapasan.

5. Keadaan demikian menimbulkan anak sulit bernapas dan timbul bunyi mendesing sewaktu bernapas.

6. Pada sebagian anak, asma bunyi terdengar sewaktu-waktu, terutama pada malam hari sewaktu anak tidur atau setelah latihan fisik di pagi hari.

7. Pada sebagian anak bunyi napas mendesing mungkin bisa timbul sepanjang hari.

Orang tua biasanya hanya mengenal asma dari :

- Batuk-batuk
- Napas berbunyi mendesing
- Anak sesak dan bernapas pendek atau kombinasi dari ketiganya.

Publikasi lain mengutarakan orang tua mencurigai anaknya menderita asma bila :

1. Terdengar bising atau tarikan napas anak tidak bebas, pada kondisi tertentu.

2. Anak batuk-batuk setiap latihan fisik

3. Pada malam hari anak sering batuk-batuk

4. Anak penderita bronkitis atau penumonia berulang kali

Malahan banyak orang tua yang mengenal asma dari napas mendesing. Hingga mereka tidak memperhatikan gejala lain, sehingga sering dikacaukan dengan gejala influenza. Dada anak seperti terbendung. Dokter juga bisa salah diagnosis, dikacaukan dengan gejala penyakit bronkitis (infeksi jaringan paru).

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Asma Pada Anak

Asma menyebabkan hilangnya 16% hari sekolah pada anak-anak di Asia 34% di Eropa dan 40% anak-anak di Amerika Serikat. Selain hari sekolah, mereka juga kehilangan kegiatan di luar rumah, hobi mereka dan bahkan hubungannya dengan teman, relasi, dan keluarga sendiri. Dengan kata lain, segala sesuatu yang berkaitan dengan kualitas hidup mereka.

Karena asma merupakan suatu penyakit kronis, gejala asma pada anak-anak biasanya sudah mulai sejak bayi dengan gejala sebagai berikut :

- Bila menangis tangisan anak makin lama makin pendek
- Sulit makan
- Napas cepat dan mendesing atau gemuruh
- Gerakan dada seperti tertahan dan kaku
- Bila anak menderita sakit saluran pernapasan, bunyi napas mendesing
- Batuk-batuk setelah menangis atau lari-lari, terutama di malam hari
- Dinding dada seperti tertarik ke dalam di antara tulang rusuk dan di bagian bawah leher
- Sering menderita infeksi saluran napas seperti bronkitis dan pneumonia atau penyakit paru-paru.
- Napas pendek
- Ekspirasi memanjang
- Gerakan napas lebih cepat
- Batuk-batuk disertai bunyi napas mendesing atau tidak

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment