Asma Pada Anak

Asma Pada AnakAsma merupakan suatu kondisi yang sangat kompleks dan membuat pusing penderita, orang tua, maupun petugas kesehatan. Serangan asma bisa terjadi sewaktu-waktu dan pada tingkat umur tidak bisa diperkirakan. Anak penderita asma mengalami gangguan aliran udara masuk dan keluar dari paru. Saluran yang dilalui udara pernapasan selalau merah dan terserang peradangan. Saluran napas sangat peka dan terangsang bila anak kena flu atau terserang virus lain dan saluran napas kontak dengan zat-zat yang merangsang timbulnya serangan asma.

Asma Pada Anak

Asma Pada Anak

Asma merupakan penyakit kornis yang sering ditemukan pada anak usia sekolah. Hingga penyakit asma sering menyebabkan anak bolos sekolah dan sering merupakan indikasi untuk masuk perawatan rumah sakit.

Penyakit asma pada anak tidak hanya mempengaruhi hidup keseharian anak tetapi juga berpengaruh pada setiap anggota keluarga. Dan buruknya, orang tua banyak mempercayai isu dan gosip yang berkembang mengenai asma di masyarakat. Penyakit asma pada anak perlu dipertimbangkan kehidupan kesehariannya.

Di Amerika, terdapat 5 juta anak belasan tahun yang menderita asma dan setahunnya sekitar 160.000 anak usia sekolah yang masuk perawatan rumah sakit karena asma. Di Amerika ditemukan 1 dari 13 anak sekolah menderita asma dan lebih tinggi pada anak usia taman bermain yang tinggal di perkotaan. Publikasi lain mengutarakan 5 % anak usia di bawah 15 tahun di Amerika menderita asma. Jumlah ini sama besar dengan sekitar 2-5 juta anak yang menderita asma di Amerika.

Pada usia anak-anak, asma menimpa anak laki-laki dalam jumlah dua kali lebih banyak dibanding dengan anak perempuan. Sekitar satu dari empat anak akan mengidap asma pada tahap tertentu dalam pertumbuhananya. Sekitar 50% anak-anak penderita asma yang ringan, akan membaik kondisinya dan sembuh dalam pertumbuhan mereka menjadi dewasa. Sisanya harus hidup bersama penyakit ini yang akan banyak mempengerauhi atau mengganggu pendidikan mereka.

Penyakit asma pada anak yang sudah terdeteksi lebih dini pada anak akan semakin untuk pengobatan dan penyembuhannya, sehingga serangan asma bisa dihindari dan dikendalikan.

Penyakit asma pada anak merupakan salah satu gejala klinis dari alergi. Atau juga jika salah satu atau kedua orangtua dan keluarga lain mengalami alergi, maka resiko anak mengalami alergi juga akan semakin besar. Asma pada anak yang orangtuanya menderita asma akan mempunyai resiko sebesar 25% untuk mempunyai asma, jika kedua orangtuanya mempunyai asma maka resiko meningkat menjadi 50%. Di dalam riwayat kesehatan keluarga, biasanya akan ditemukan penyakit asma pada anak dan juga bentuk lain seperti penyakit alergi semacam eksim, pilek alergi, atau alergi pada obat dan makanan tertentu.

Anak yang orangtuanya atau ibunya merokok selama kehamilan juga bisa mengalami asma. Anak yang tinggal di kota juga mempunyai potensi untuk mengalami asma, dan sangat penting sekali jika mereka berasal dari kelompok sosial yang rendah. Walaupun penyakit asma mempunyai pengaruh dengan presentase yang tinggi pada anak dengan kulit hitam dibandingkan oleh anak yang berkulit putih, namun faktor keturunan mempunyai peran yang besar dalam bakat untuk mencetuskan asma. Sedangkan anak yang mengalami dan terkena serangan alergen biasanya mempunyai konsentrasi yang tinggi pada debu, kecoa, dan pada usia dini mereka bisa saja menderita penyakit asma.

Gejala asma pada anak tidak melulu ditandai dengan sesak napas. Jika ada gejala batuk serta mengi yang muncul secara bertahap, dan cenderung terjadi lebih sering dan semakin hebat di malam hari, terjadi di musim dingin atau setelah melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, maka bisa saja anak dicurigai menderita asma. Dan seringkali juga didasari dari riwayat asma dan juga alergi pada kesehatan keluarga. Anda harus membawa anak Anda ke dokter jika :

  1. Sering mengalami batuk yang terjadi di malam hari.
  2. Terdengar suara mengi saat anak sedang mengeluarkan napas
  3. Mengi akan terjadi dengan berulang
  4. Terbangun di malam hari akibat dari sesak napas
  5. Riwayat dari pasien dengan masalah eksim, asma, dan jenis penyakit lainnya di dalam keluarga.

Penyakit asma juga ditentukan berdasarkan dari derajat asmanya atau tingkat keparahan. Dan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit asma ini sangat dibutuhkan untuk menentukan jenis pengobatan apa selanjutnya yang bisa dilakukan. Biasanya penyakit asma derajatnya dibagi menjadi 3, yakni adalah asma episodik ringan, asma episodik sedang, dan asma persisten. Asma pada anak biasanya lebih sering terbentuk sebagai asma peisodik dibandingkan asma persisten atau juga asma kronis. Penyakit asma bisa sembuh jika kita bisa mengendalikan penyakit asma agar tidak memunculkan suatu gejala, sekitar 80% asma pada anak tidak akan menimbulkan suatu gejala lagi jika mereka memasuki usia remaja, sayangnya 20% lagi akan terus berlanjut sampai dewasa.

Asma Pada Anak

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | 1 Comment

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak – Kita perlu memikirkan sejenak saat paru-paru bekerja seperti seharunya. Dua buah kantung mirip spons yang terletak di rongga dada ini melakukan pekerjaannya secara efisien dan otomatis, kemudian mengambil cukup udara segar yang dipenuhi oleh oksigen untuk memungkinkan sel-sel bekerja , sehingga tubuh kita melakukan apa yang bisa kita inginkan dan perlu kita lakukan serta mengeluarkan karbon dioksida, hasil alami metabolisme yang perlu dipindahkan.

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak

Pada anak-anak yang menderita penyakit asma atau yang disebut dengan anak-anak asmatik, serangkaian aktivitas yang rumit dan berbelit-belit ini menurun, mengakibatkan udara sulit masuk ke dalam paru-paru. Saat bereaksi berlebihan, saluran udara yang meradang akan menyempit. Aliran udara yang berkurang dan gejala-gejala lain yang mulai muncul. Penyebab penyakit asma pada anak salah satunya disebabkan karena sistem imunitas anak.

Anda mungkin akan bertanya apa kaitan yang sistem kekebalan tubuh anak dengan penyebab penyakit asma pada anak. Kekebalan biasanya dianggap sesuatu yang baik dan seperti itulah sistem kekebalan tubuh yang merespons kita terkena tubuh infeksi bakteri, terpotong atau memar, atau virus. Saat bakteri misalnya menyerang sistem kekebalan tubuh yang akan bekerja dengan cepat, mengenali penyerangnya sebagai pembuat masalah serta bisa melepaskan antibody untuk menghancurkan bakteri dan virus yang menganggu serta membuat kondisi Anda kembali normal. Sebagai pembela tubuh yang utama, sistem ekebalan tubuh akan merespons setiap ancaman yang akan mengerahkan sumber-sumber daya tubuh.

Dalam penyebab penyakit asma pada anak, biasanya sistem ini bekerja sangay baik dalam memicu penyebab penyakit asma pada anak atau antigen misalnya seperti serbuk, kutu kucing, makanan yang tertentu dan tungau debu yang bisa berasa menjadi tidak menyenangkan, namun tidak segera menimbulkan bahaya. Bukannya menyapu keluar kutu atau serbuk dengan bersin, sistem kekebalan tubuh justru bekerja semakin cepat, dengan mengerahkan tubuh untuk melepas anibodi spesifik pembasmi antifen dan mencetuskan serangan penyakit asma.

Sistem kekebalan tubuh sangat rumot dan kompleks. Namun, prosesnya yang menimbulkan gejala penyakit asma sebaiknya Anda pahami, sehingga Anda bisa memahami kondisi anak Anda secara lebih baik, mengapa sistem kekebalan tubuhnya berekasi secara berlebihan dan bagaimana penngobatan asma yang efektif ini bisa menghentikan prosesnya yang merusak.

Penyakit asma pada anak mepunyai beberapa aspek yang khusus dan biasanya berhubungan dengan proses perkembangan anak, baik dari masa mereka bayi, balita, sampai anak besar. Peran dari atopi pada penyebab penyakit asma pada anak sengat memberikan pengaruh yang besar dan merupakan sutu hal yang penting dan harus dipertimbangkan dengan baik untuk membantu mendiagnosis dan melakukan upaya penanganannya. Mekanisme sensitisasi yang diberikan pada penyebab alergi serta dari perkembangan pada penyakit alergi juga bisa memberikan peluang untuk melakukan upaya ppenanganan penyakit asma pada anak.

Dan sebagian besar dari gejala penyebab penyakit asma pada anak biasanya akan muncul sebelum usia mereka menginjak usia 6 tahun dan kebanyakan gejala awal yang terjadi adalah disaat mereka berusia masih bayi dengan gejala seperti mengi yang berulang atau juga tanpa adanya batuk yang masih berhubungan dengan terjadinya infeksi akibat virus. Hubungan antara mengi semasa mereka bayi dengan adanya kejadian asma pada masa kehidupan mereka seterusnya sudah banyak dibahas. Infeksi virus yang terjadi semasa bayi akan menimbulkan suatu masalah bronkiolitis dengan gejala mengi yang paling utama disebabkan oleh virus sinsitial respiratori, virus parainfluenza, dan juga adenovirus.

Kecenderungan dari bayi yang mengalami mengi untuk mengalami resiko asma sangat ditentukan dari faktor keturunan atopi. Dan sebagian besar dari bayi tersebut jelas mempunyai suatu riwayat pada keluarga  atopi yang bisa menunjukkan positivitas dari IgE anti-RSV serum, dibandingkan oleh bayi dengan mengi yang tidak menjadi asma.

Pencegahan penyebab penyakit asma pada anak secara dini dilakkan mencakup dari pencegahan dini sensitisasi pada alergen semenjak masa fetus, pencegahan dari gejala asma bronkial pada pasien penyakit atopi yang belum menhalami asma, serta juga pencegahan pada serangan dan eksaserbasi pada asma.

Mengontrol lingkungan merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan untuk membantu menghindari dari pajanan alergen dan juga polutan, baik dengan cara mencegah sensitisasi atau juga penginderaan pencetus. Para peneliti biasanya menyatakan bahwa alergen yang utamalah yang harus dihindari yakni adalah tungau. Tungau debu rumah, kecoak, dan juga bulu dari hewan peliharaan seperti kucing, spora jamur, dan juga serbuk sari bunga. Polutan yang harus dihindari adalah seperti asap tembakau sehingga sangat dilaran untuk merokok di dalam rumah. Polutan yang sangat diidentifikasian yang berhubungan dengan ekaserbasi asma adalah seperti asap kendaraan, kayu bakar, dan juga ozon.

Penyebab Penyakit Asma Pada Anak

 

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak-Anak

Ketika mengetahui anak kita menderita asma, sebaiknya kita memberitahukan keadaanya pada pihak sekolah, ataupun tempat dia melakukan kegiatan lain diluar sekolah. Sebagai orangtua, janganlah merasa malu untuk memberitahukan hal tersebut. Asma pada anak-anak bukan penyakit yang memalukan dan bukan pula penyakit menular. Hal ini sangat penting untuk keselamatan anak-anak. Asma itu dapat terjadi dan dating secara tiba-tiba, dan orang-orang disekitar anak kita sebaiknya mengetahui bagaimana mengatasi serangan yang terjadi, ataupun bagaimana menghbungi dokter atau rumah sakit yang dapat menolong anak dari serangan itu. Anda dapat memberikan catatan sebagai panduan kepada guru kelas, ataupun guru les ke anak Anda, bagaimana tindakan yang harus dilakukan ketika asma dating menyerang.

Asma Pada Anak-Anak

Asma Pada Anak-Anak

Dalam menangani asma pada anak-anak, kebanyakan tidak optimal, baik dalam diagnosa, penanganannya maupun tindakan pencegahannya. Banyak terjadi penyakit tidak terdiagnosa dengan segera ataupun salah diagnosa. Ada dokter yang mendiagnosa sebagai penyakit paru-paru, TBC , atau sebagai batuk biasa yang tidak perlu dikhawatirkan karena yang menonjol hanya gejala batuknya saja. Padahal telah terjadi asma dan penyakit it uterus berlanjut.

Sebagai orangtua sebaiknya selalu memperhatikan keadaan dan kesehatan anak, dan faktor-faktor yang dicurigai menjadi pencetus penyakit asma pada anak-anak. Asma memang sebuah penyakit yang misterius, baik terjadinya maupun tingkat kambuhannya. Kita dapat bekerja sama dengan dokter untuk menginformasikan gejala-gejala yang sering terjadi pada anak untuk membantu diagnosa dan pengobatan yang tepat. Banyak terjadi pada penderita asma baru ke dokter atau kerumah sakit setelah mengalami sesak nafas , dan asma berada dalam tingkatt lanjut, akhirnya penanganannya pun akan lebih komplek dan biaya yang timbul pun menjadi tidak sedikit lagi. Dengan rutin dan terattur mengontrol asma yang dideritanya, pencegahan dari kambuhan asma yang sering terjadi dapat dilakukan dan biaya pengobatan pun akan terkendali.

 

Asma terjadi dalam tiga derajat yakni, ringan, sedang, maupun berat. Kelainan asma pada anak-anak ringan tidak berbahaya bagi kesehatan dan dapat sembuh secara spontan. Namun, kelainan ini sangat mengganggu aktivitas akibat rasa sesak yang ditimbulkannya. Sementara itu, asma derajat sedang dan berat umumnya memerlukan terapi jangka panjang, bahkan mungkin menjalani rawat inap.

Penyakit asma pada anak-anak diturunkan secara genetic dari prangtua yang menderita asma. Keluhan asma dapat dipicu oleh aktivitas fisik atau olahraga yang melelahkan, hawa dingin, ataupun penyakit influenza. Penyakit asma umumnya dittandai dengan suara mengi yang khas saat menarik maupun mengeluarkan napas. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak yang memiliki riawayat alergi terhadap bahan makanan tertentu, seperti seafood, susu, telur, maupun alergi terhadap hawa dingin, dan obat-obatan tertentu.

Asma yang tidak ditangani dengan baik akan mengganggu aktivitqs anak sehari-hari. Tingkat kambuhannya pun akan lebih sering terjadi sehingga dapat mengganggu aktivitas anak, mengganggu sekolah anak, mengganggu prestasi anak dan dapat pula mengganggu kualitas hidup anak, bahkan mengganggi keuangan keluarga karena harus serting ke dokter dan membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit. Asma pada anak dapat dicegah dan dikurangin tingkat kambuhannya dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak serta mengontrol asma itu secara teratur. Dengan demikian asmanya dapat dikendalikan dengan baik, pasien dapat mengatur dan mengontrol tubuhnya dengan baik pula. Memastikan anak Anda dalam kondisi lingkungan yang sehat juga merupakann salah satu hal penting untuk menangani masalah ini.

Faktor resiko asma pada anak-anak hingga saat ini masih belum jelas. Namun ada faktor kombinasi antara faktor genetik atau keturunan dan juga faktor lingkungan yang bisa menjadi pemicu dari terjadinya asma. Anak dengan riwayat keluarga yang mempunyai asma akan mempunyai resiko anak untuk mengalami asma juga. Beberapa faktor lingkungan yang lain yang bisa meningkatkan resiko dari anak mengalami asma adalah :

  1. Terkena asap tembakau misalnya adalah rokok
  2. Reaksi dari penyakit alergi seperti reaksi kulit, alergi makanan dan juga alergi rhinitis
  3. Tinggal di lingkungan yang polusi udaranya tinggi, misalnya adalah kota.
  4. Catatan pada keluarga dengan riwayat asma, alergi rhinitis, gatal-gatal serta eksim
  5. Berat badan yang rendah saat lahir
  6. Masalah obesitas atau kegemukan.

Pencegahan yang dilakukan asma pada anak adalah salah satunya dengan menghindari dari pemicu asma. Misalnya adalah alergen dan juga iritan yang dokter kira sebagai pemicu dari penyakit asma. Jangan merokok disekitar anak-anak Anda, doronglah anak untuk lebih aktif. Jika anak Anda mengalami masalah asma maka kontrollah penyakit asma dengan baik, melakukan aktivitas yang rutin yang bisa membantu membuat kondisi pada paru-paru bisa bekerja dengan lebih efisien. Selain itu rencanakan untuk pengobatan pada penyakit asma pada anak.

Itulah informasi mengenai penyakit asma pada anak, semoga berguna untuk Anda semua.

Asma Pada Anak-Anak

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak Balita

Asma Pada Anak BalitaPenyakit asma kerap dijumpai pada anak balita. Namun, gambaran klinis asma pada anak dan balita sangat bervariasi. Intenstias dan berat ringannya serangan dapat berubah-ubah setiap waktu sehingga terkadang sulit mendiagnosanya. Bahkan dapat salah mendiagnosa. Akibatnya, upaya pengobatan pun menjadi tidak maksimal.

Gejala umum ditandai sesak napas dan mengi (napas yang berbunyi). Anak yang patut diduga asma biasanya mengalami batuk dan mengi yang muncul secara periodik, cenderung berlangsung pada malam atau dini hari, musiman atau setelah beraktivitas yang melelahkan. Anak dengan riwayat asma dan atopi pada keluarga juga potensial mengalami asma.

Asma Pada Anak Balita

Asma Pada Anak Balita

Ketika asma berlangsung, jaringan tubuh mengalami perubahan. Yakni pengecilan diameter jalan napas, perubahan respons otot saluran napas, gangguan pernafasan otonom dalam mengatur otot polos saluran napas dan kerusakan sel epitel mukosa saluran napas.

Faktor-faktor yang mencetuskan penyakit asma pada anak balita terdiri atas :

1. Terganggunya emosi. Hal ini membuat penyempitan saluran napas

2. Alergi merupakan salah satu faktor penting berkembangnya asma. Sedangkan, atopi merupakan cikal bakal penyakit yang disebabkan oleh aleri atau realsi imunologis (respons kekebalan tubuh).

Beberapa yang sering dijumpai, di antaranya rhintis (perangsangan pada selaput lendir hidung), sinusitis, urticaria (biduran atau ruam), alergi terhadap cuaca, makanan atau zat tertentu dll. Perlu ditelusuri adanya riwayat penyakit-penyakit itu pada keluarga Anda.

3. Faktor non alergi meliputi infeksi virus, bakteri, zat-zat penyebab iritasi dan polusi.

Meskipun faktor genetik sangat penting, namun pemicu asma sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk itu, bagi anak yang belum terjangkir asma, perlu dilakukan pencegahan. Di antaranya, dengan memberi ASI eksklusif, menghindari makanan yang tingkat alerginitisnya (penyebab alergi) tinggi dan hindari dari asap rokok.

Pencegahan asma pada anak balita, antara lain :

  1. Hindari minuman bersoda, minuman dingin, kacang-kacangan dan gorengan
  2. Hindari debu jalanan, debu selimut dan tempat tidur, serta kasur kapuk.
  3. Jagalah kebersihan seluruh perabot rumah tangga. Misalna mengepel lanatai secara rutin setiap hari, mencuci karpet dan gorden 2 minggu sekali, mengelap meja, lemari, kaca, mainan anak dsb.
  4. Jauhi udara yang tercemar maupun udara dan air yang dingin
  5. Hindari zat-zat yang membuat iritasi seperti obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, asap rokok, hair spray, minyak wangi, dan bau bahan kimia yang tajam.
  6. Hindari aktivitas fisik yang berat dan melelahkan
  7. Konsultasikan secara rutin kondisi asma anak kepada dokter. Sediakan selalu obat-obatan yang mampu mengatsi serangan asma.

Untuk penyakit asma pada anak balita yang sudah didiagnosis mengalami penyakit ini, maka hal yang harus And alakukan adalah memberikan perawatan yang maksimal kepada mereka. Walaupun penyakit ini memang belum bisa disembuhkan, namun penyakit asma ini masih bisa dikontrol dengan baik. Pengontrolan asma pada anak balita dengan baik bisa membuat penyakit asma jarang untuk kambuh. Anda harus memperhatikan gejala asma pada anak. Gejala-gejala ini biasanya bergantung dari usia anak Anda. Beberapa gejala asma pada anak adalah :

  1. Timbul bunyi mengi pada saat anak sedang bernafas
  2. Batuk-batuk yang disertai dengan sulitnya bernapas
  3. Dada anak akan terasa sesak
  4. Batuk yang terjadi dalam waktu panjang yang diakibatkan karena demam, pilek atau flu dan juga jenis penyakit yang sejenisnya di malam hari
  5. Dan merasakan tidak enak badan
  6. Anak akan lebih sering mengalami pilek namun lama untuk sembuh.

Asma pada anak balita biasanya mempuyai sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif yang bisa membuat saluran napas mereka mudah mengalami pembengkakan dan juga peradangan saat sedang terkena asap atau juga alergen. Dan kadang, gejala asma yang terjadi namun tidak ada pemicu yang jelas. Disaat sedang mengalami asma pada anak, maka otot saluran napas bisa mengerut, dan lapisan dari saluran napas akan membengkak, dan membuat lendir menjadi lebih tebal dan memenuhi bagian saluran bronchial yang pada akhirnya menyebabkan asma menjadi kambuh.

Penyebab asma pada anak balita hampir sama dengan orang dewasa yakni adalah pembengkakan saluran napas yang sudah dijelaskan. Pembengkakan ini pada akhirnya membuat saluran napas menjadi sensitif dan akan menimbulka suatu gejala seperti batuk ringan dan juga napas yang sengau sampai menimbulkan gejala serius pada pernapasan.

Namun, harus Anda ketahui bahwa asma pada anak balita masih bisa diatasi walaupun memang diketahui hingga saat ini asma masih belum bisa disembuhkan. Namun dengan menjaga gejala asma agar tetap terkontrol dengan baik dan bisa membuat suatu perencanaan yang tertulis, mengamati, dan melakukan kunjungan yang rutin pada dokter dan membuat suatu perubahan pada sistem pengobatan yang dibutuhkan. Termasuk adalah pengobatan alternatif atau juga tradisional.

Asma Pada Anak Balita

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asma Pada Anak Kecil

Asma merupakan suatu kondisi yang sangat kompleks dan membuat pusing penderita, orangtua, maupun petugas kesehatan. Serangan asma bisa terjadi sewaktu-waktu dan pada tingkat umur tidak bisa diperkirakan. Anak penderita asma mengalami gangguan aliran udara pernapasan kecil yang dilalui udara masuk dan keluar dari paru. Saluran yang dilalui udara masuk dan keluar paru. Saluran yang dilalui udara pernapasan selalu merah dan terserang peradangan.Saluran napas sangat peka dan terangsang bila anak terkena flu atau terserang virus lain dan saluran napas kntak dengan zat-zat yang merangsang timbulnya serangan asma.

Asma merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada anak usia sekolah. Hingga penyakit asma sering menyebabkan anak bolos sekolah dan sering merupakan indikasi untuk masuk perawatan rumah sakit.

Penyakit asma tidak hanya mempengaruhi hidup keseharian anak tetapi juga berpengaruh pada setiap anggota keluarga. Dan buruknya, orangtua banyak mempercayai isu dan gosip yang berkembang mengenai asma di masyarakat. Penyakit asma pada anak perlu dipertimbangkan kehidupan kesehariannya.

Pada asma saluran napas sangat peka menjadi sembab sehingga pernapasan menjadi sulit. Tidak ada obat yang tepat buat penyakit asma, tetapi asma bisa dikendalikan hingga anak yang menderita asma bisa hidup bersama mengikuti keseharian rekan sebayanya.

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Asma Pada Anak Kecil

Gejala Asma Pada Anak Kecil  – Asma umumnya terjadi pada anak dengan kisaran usia 5-14 tahun. Di Amerika Serikat telah meningkat 72% dalam kurun waktu empat belas tahun. Pada tahun 2001, sekitar 74, % atau leibih dari satu di antara lima belas golongan anak tersebut menderita asma.

Asma Pada Anak Kecil

Asma Pada Anak Kecil

Meningkatnya angka penderita asma ini adalah salah satu misteri terbesar dalam bidang kesehatan dan kedoteran modern. Salah satu penyebab yang pasti tentu karena kedokteran kini lebih tepat dalam mendiagnosa asma. Di masa lalu, banyak kasus asma yang salah didiagnosa sebagai flu, infeksi sinus, alergi dsb.

Tanda atau gejala asma pada anak kecil umumnya adalah :

  1. Batuk dan bunyi mendesing (wheezing) waktu bernapas ataupun sedang tidak menghirup atau mengeluarkan udara pernapasan.
  2. Dada seperti tertekan atau terikat tidak bebas bergerak. Kalaupun dinding dada bergerak ikut pernapasan, napas seperti pendek.
  3. Dinding saluran napas mengeluarkan lendir yang kental.
  4. Karena pernapasan pendek, sulit udara masuk dan keluar melalui saluran pernapasan.
  5. Keadaan demikian menimbulkan anak sulit bernapas dan timbul bunyi mendesing sewaktu bernapas.
  6. Pada sebagian anak, asma bunyi terdengar sewaktu-waktu, terutama pada malam hari sewaktu anak tidur atau setelah latihan fisik di pagi hari.
  7. Pada sebagian anak bunyi napas mendesing mungkin bisa timbul sepanjang hari.

Orang tua biasanya hanya mengenal asma dari :

  • Batuk-batuk
  • Napas berbunyi mendesing
  • Anak sesak dan bernapas pendek atau kombinasi dari ketiganya.

Publikasi lain mengutarakan orang tua mencurigai anaknya menderita asma bila :

  1. Terdengar bising atau tarikan napas anak tidak bebas, pada kondisi tertentu.
  2. Anak batuk-batuk setiap latihan fisik
  3. Pada malam hari anak sering batuk-batuk
  4. Anak penderita bronkitis atau penumonia berulang kali

Malahan banyak orang tua yang mengenal gejala asma pada anak kecil dari napas mendesing. Hingga mereka tidak memperhatikan gejala lain, sehingga sering dikacaukan dengan gejala influenza. Dada anak seperti terbendung. Dokter juga bisa salah diagnosis, dikacaukan dengan gejala penyakit bronkitis (infeksi jaringan paru).

Penyakit asma merupakan suatu peradangan yang terjadi dengan kronis pada saluran pernapasan kecil yang ada di dalam paru-paru. Biasanya untuk menegakkan diagnosis dari gejala asma pada anak kecil maka dokter akan mengidentifikasi melalui gejala yang muncul dan setelah itu dokter akan mempertimbangkan riwayat penyakit keluarga Anda yang mengalami penyakit asma. Gejala asma pada anak kecil yang mengalami asma bisa dilakukan pendeteksian pada usia dibawah bayi dibawah tiga tahun. Dan ditandai dengan adanya sesak nafas yang setidaknya empat kali namun tidak akan mengalami demam, yang selanjutnya mempunyai alergi pada susu, telur, debu, serbuk sari dan juga bulu binatang. Pada keadaan tertentu, penyakit asma pada anak bisa juga ditandai dengan eksim dan hal ini bisa dipengaruhi dari faktor keturunan atau juga faktor genetik sehingga jika riwayat keluaga Anda mengalami suatu asma pada anak kecil yang kemungkinan mengalami resiko lebih tinggi.

Terdapat faktor resiko yang bisa membuat penyakit asma pada anak kecil menjadi semakin meningkat adalah :

  1. Anak yang tinggal bersama dengan anggota keluarga yang mengalami asma atau tinggal dalam lingkungan dengan asap rokok. Hal inin bisa menimbulkan peluang 4 kali elbih besar dan bisa membuat keadaan asma pada anak kecil menjadi semakin parah.
  2. Jika ibu dari anak merupakan seorang perokok aktif dan selama masa kehamilan mereka selalu merokok
  3. Anak terlahir prematur
  4. Diantara kedua orangtua mengalami masalah asma, alergi, atau juga eksim. Hal ini akan membuka peluang lebih besar anak mengalami asma.
  5. Anak mempunyai keadaan alergi dan eksim, serta reaksi pada alergi makanan.
  6. Anak yang tinggal dalam lingkungan yang penuh dengan jamur dan lembab.

Penyakit asma pada anak kecil merupakan suatu keadaan yang jangka panjan dan memerlukan perawatan yang khusus. Hal ini dilakukan mengingat bahwa asma merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa kambuh, dan tidak diduda sebelumnya. Paling penting adalah orangtua perlu mengetahui bagaimana cara untuk membuat keadaan gejala asma berkurang dan juga akan memberikan suatu pencegahan agar penyakit asma pada aank kecil tidak akan berkembang menjadi lebih serius.

Cara pencegahan penyakit asma pada anak kecil adalah

  1. Untuk anak yang masih mendapatkan makanan pendamping ASI, maka bisa diberikan makanan berupa buah dan juga sayuran yang kaya akan kandungan vitamin C.
  2. Pastikan bahwa anak And atidak mempunyai intoleran pada laktosa yang bisa membuat produksi dari lendir yang berlebihan dan bisa mengakibatkan terjadinya penyumbatan.
  3. Jauhkanlah bahan kimia dan juga deterjen dari jangkauan bayi karena bisa membuat saluran udara pada bayi akan mengalami iritasi.

Asma Pada Anak Kecil

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Asma Pada Anak

Gejala Asma Pada AnakPenyakit Asma menyebabkan hilangnya 16% hari sekolah pada anak-anak di Asia 34% di Eropa dan 40% anak-anak di Amerika Serikat. Selain hari sekolah, mereka juga kehilangan kegiatan di luar rumah, hobi mereka dan bahkan hubungannya dengan teman, relasi, dan keluarga sendiri. Dengan kata lain, segala sesuatu yang berkaitan dengan kualitas hidup mereka.

Gejala Asma Pada Anak

Gejala Asma Pada Anak

Karena asma merupakan suatu penyakit kronis, gejala asma pada anak-anak biasanya sudah mulai sejak bayi dengan Gejala Asma Pada Anak sebagai berikut :

  • Bila menangis tangisan anak makin lama makin pendek
  • Sulit makan
  • Napas cepat dan mendesing atau gemuruh
  • Gerakan dada seperti tertahan dan kaku
  • Bila anak menderita sakit saluran pernapasan, bunyi napas mendesing
  • Batuk-batuk setelah menangis atau lari-lari, terutama di malam hari
  • Dinding dada seperti tertarik ke dalam di antara tulang rusuk dan di bagian bawah leher
  • Sering menderita infeksi saluran napas seperti bronkitis dan pneumonia atau penyakit paru-paru.
  • Napas pendek
  • Ekspirasi memanjang
  • Gerakan napas lebih cepat
  • Batuk-batuk disertai bunyi napas mendesing atau tidak

Gejala asma pada anak secara klinis mempunyai gejala yang bervariasi dari gejala yang ringan sampai gejala yang berat. Namun gejala asma pada anak yang khas adalah terjadinya sesak nafas yang bisa berulang seperti ada napas yang berbunyi. Batuk kering adalah suat awal dari gejala yang biasanya akan menyerang anak-anak di malam hari dan menjelang pagi hari. Kemudian batuk tersebut akan disertai dengan dahak yang kental. Gejala asma pada anak ini juga disertai dengan pilek-pilek atau rinitis alergika. Dan gejala ini akan terasa setelah sekitar 4-8 jam setelah mendapatkan kontak langsung dengan pemicunya.

Faktor pemicu terjadinya asma pada anak adalah salah satunya akibat batuk. Batuk yang timbul jika mengalami kontak dengan faktor pencetusnya. Batuk yang terjadi pada anak yang asma akan memberikan suatu ciri yang lain, batuk akan terasa lebih berat di malam hari dan dini hari. Kadang, perbedaan dari intensitas pada batuk yang terjadi di siang dan malam harinya akan menjadi sangat hebat. Di siang hari biasanya tidak akan muncull batuk sama sekali, namun di malam hari batuk akan menjadi sangat ektrem dan membuat anak menjadi tidak bisa tertidur. Hal ini akan membuat orangtua menjadi terganggu tidurnya. Akibatnya membuat anak mengantuk saat pelajaran sekolah dan mengganggu aktivitas pekerjaan orangtua.

Selain itu ada hal lain yang bisa memperkuat diagnosis dari asma pada anak, yakni adalah rangsangan atau respons yang baik pada obat asma. Dan hal ini sering terjadi karena asma tidak terdiagnosis, pasien dengan keluhan batuk yang bandel biasanya diberikan obat untuk menekan batuk, namun yang terjadi batuknya malah semakin menjadi. Pasien dengan asma memang tidak boleh diberikan obat jenis tadi. Biasanya batuk akan mereda jika diberikan obat asma. Untuk menegakkan diagnosis asma pada anak, maka hal yang diperlukan adalah pemeriksaan lanjut secara khusus dalam bentuk uji fungsi paru. Dan untuk melaksanakannya, maka pasien perlu melakukan suatu jurus yang cukup kompleks. Dan biasanya, anak yang berusia dibawah 7 tahun belum bisa melakukannya sehingga pemeriksaan dari gejala asma pada anak akan terbatas yang digunakan pada anak kecil.

Penyebab penyakit asma hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa pemicu yang menjadi pencetus penyakit asma. Namun sampai saat ini masih belum ada yang bisa terima dari hipotesis dan juga penelitian yang dilakukan untuk meyakini bahwa penyebab asma adalah karena suatu hal tertentu. Untuk anak yang menderita asma, biasanya mereka mempunyai sifat yang hiperresponsif. Respon yang berlebihan pada alergen yang mencetuskan penyakit asma dan menimbulkan suatu respon. Semua pencetus ini akan menghasilkan suatu reaksi yang sama : sel pada saluran udara akan melepaskan zat kimia. Dan zat-zat inilah yang menyebabkan saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan peradangan serta bisa merangsang sel otot pada bagian dinding saluran napas yang mengekerut dan membuat produksi lendir mengalami peningkatan pada salurana napas. Setiap dari reaksi ini akan memicu dari terjadinya pengecilan pada saluran napas dengan tiba-tiba atai mendadak. Dan pada kebanyakan anak-anak saluran napas tadi kembali menjadi normal diantara serangan asma yang terjadi.

Upaya pencegahan yang dilakukan pada gejala asma pada anak adalah dengan menghindari apa yang menjadi faktor pencetusna. Melakukan pencegahan dini untuk ibu hamil, bayi, ibu menyusui serta seterusnya. Pemakaian dari obat-obatan tertentu. Dan upaya pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan dari obat-obatan yang bisa membantu melebarkan saluran napas yang mengalami penyempitan. Hasil dari pengobatan yang terbaik untuk jangka waktu yang lebih panjang hanya bisa dicapai disamping dari penggunaan obat-ob atan yang juga bisa menghindari faktor penyebab asma.

Gejala Asma Pada Anak

Posted in Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment