Asma Pada Anak-Anak

Ketika mengetahui anak kita menderita asma, sebaiknya kita memberitahukan keadaanya pada pihak sekolah, ataupun tempat dia melakukan kegiatan lain diluar sekolah. Sebagai orangtua, janganlah merasa malu untuk memberitahukan hal tersebut. Asma pada anak-anak bukan penyakit yang memalukan dan bukan pula penyakit menular. Hal ini sangat penting untuk keselamatan anak-anak. Asma itu dapat terjadi dan dating secara tiba-tiba, dan orang-orang disekitar anak kita sebaiknya mengetahui bagaimana mengatasi serangan yang terjadi, ataupun bagaimana menghbungi dokter atau rumah sakit yang dapat menolong anak dari serangan itu. Anda dapat memberikan catatan sebagai panduan kepada guru kelas, ataupun guru les ke anak Anda, bagaimana tindakan yang harus dilakukan ketika asma dating menyerang.

Asma Pada Anak-Anak

Asma Pada Anak-Anak

Dalam menangani asma pada anak-anak, kebanyakan tidak optimal, baik dalam diagnosa, penanganannya maupun tindakan pencegahannya. Banyak terjadi penyakit tidak terdiagnosa dengan segera ataupun salah diagnosa. Ada dokter yang mendiagnosa sebagai penyakit paru-paru, TBC , atau sebagai batuk biasa yang tidak perlu dikhawatirkan karena yang menonjol hanya gejala batuknya saja. Padahal telah terjadi asma dan penyakit it uterus berlanjut.

Sebagai orangtua sebaiknya selalu memperhatikan keadaan dan kesehatan anak, dan faktor-faktor yang dicurigai menjadi pencetus penyakit asma pada anak-anak. Asma memang sebuah penyakit yang misterius, baik terjadinya maupun tingkat kambuhannya. Kita dapat bekerja sama dengan dokter untuk menginformasikan gejala-gejala yang sering terjadi pada anak untuk membantu diagnosa dan pengobatan yang tepat. Banyak terjadi pada penderita asma baru ke dokter atau kerumah sakit setelah mengalami sesak nafas , dan asma berada dalam tingkatt lanjut, akhirnya penanganannya pun akan lebih komplek dan biaya yang timbul pun menjadi tidak sedikit lagi. Dengan rutin dan terattur mengontrol asma yang dideritanya, pencegahan dari kambuhan asma yang sering terjadi dapat dilakukan dan biaya pengobatan pun akan terkendali.

 

Asma terjadi dalam tiga derajat yakni, ringan, sedang, maupun berat. Kelainan asma pada anak-anak ringan tidak berbahaya bagi kesehatan dan dapat sembuh secara spontan. Namun, kelainan ini sangat mengganggu aktivitas akibat rasa sesak yang ditimbulkannya. Sementara itu, asma derajat sedang dan berat umumnya memerlukan terapi jangka panjang, bahkan mungkin menjalani rawat inap.

Penyakit asma pada anak-anak diturunkan secara genetic dari prangtua yang menderita asma. Keluhan asma dapat dipicu oleh aktivitas fisik atau olahraga yang melelahkan, hawa dingin, ataupun penyakit influenza. Penyakit asma umumnya dittandai dengan suara mengi yang khas saat menarik maupun mengeluarkan napas. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak yang memiliki riawayat alergi terhadap bahan makanan tertentu, seperti seafood, susu, telur, maupun alergi terhadap hawa dingin, dan obat-obatan tertentu.

Asma yang tidak ditangani dengan baik akan mengganggu aktivitqs anak sehari-hari. Tingkat kambuhannya pun akan lebih sering terjadi sehingga dapat mengganggu aktivitas anak, mengganggu sekolah anak, mengganggu prestasi anak dan dapat pula mengganggu kualitas hidup anak, bahkan mengganggi keuangan keluarga karena harus serting ke dokter dan membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit. Asma pada anak dapat dicegah dan dikurangin tingkat kambuhannya dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak serta mengontrol asma itu secara teratur. Dengan demikian asmanya dapat dikendalikan dengan baik, pasien dapat mengatur dan mengontrol tubuhnya dengan baik pula. Memastikan anak Anda dalam kondisi lingkungan yang sehat juga merupakann salah satu hal penting untuk menangani masalah ini.

Faktor resiko asma pada anak-anak hingga saat ini masih belum jelas. Namun ada faktor kombinasi antara faktor genetik atau keturunan dan juga faktor lingkungan yang bisa menjadi pemicu dari terjadinya asma. Anak dengan riwayat keluarga yang mempunyai asma akan mempunyai resiko anak untuk mengalami asma juga. Beberapa faktor lingkungan yang lain yang bisa meningkatkan resiko dari anak mengalami asma adalah :

  1. Terkena asap tembakau misalnya adalah rokok
  2. Reaksi dari penyakit alergi seperti reaksi kulit, alergi makanan dan juga alergi rhinitis
  3. Tinggal di lingkungan yang polusi udaranya tinggi, misalnya adalah kota.
  4. Catatan pada keluarga dengan riwayat asma, alergi rhinitis, gatal-gatal serta eksim
  5. Berat badan yang rendah saat lahir
  6. Masalah obesitas atau kegemukan.

Pencegahan yang dilakukan asma pada anak adalah salah satunya dengan menghindari dari pemicu asma. Misalnya adalah alergen dan juga iritan yang dokter kira sebagai pemicu dari penyakit asma. Jangan merokok disekitar anak-anak Anda, doronglah anak untuk lebih aktif. Jika anak Anda mengalami masalah asma maka kontrollah penyakit asma dengan baik, melakukan aktivitas yang rutin yang bisa membantu membuat kondisi pada paru-paru bisa bekerja dengan lebih efisien. Selain itu rencanakan untuk pengobatan pada penyakit asma pada anak.

Itulah informasi mengenai penyakit asma pada anak, semoga berguna untuk Anda semua.

Asma Pada Anak-Anak


=====================================

>>> Kapsul Herbal Asma Untuk Mengobati Penyakit Asma dan Gejalanya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Asma Pada Anak and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>