Gejala Asma Pada Anak

Gejala Asma Pada AnakPenyakit Asma menyebabkan hilangnya 16% hari sekolah pada anak-anak di Asia 34% di Eropa dan 40% anak-anak di Amerika Serikat. Selain hari sekolah, mereka juga kehilangan kegiatan di luar rumah, hobi mereka dan bahkan hubungannya dengan teman, relasi, dan keluarga sendiri. Dengan kata lain, segala sesuatu yang berkaitan dengan kualitas hidup mereka.

Gejala Asma Pada Anak

Gejala Asma Pada Anak

Karena asma merupakan suatu penyakit kronis, gejala asma pada anak-anak biasanya sudah mulai sejak bayi dengan Gejala Asma Pada Anak sebagai berikut :

  • Bila menangis tangisan anak makin lama makin pendek
  • Sulit makan
  • Napas cepat dan mendesing atau gemuruh
  • Gerakan dada seperti tertahan dan kaku
  • Bila anak menderita sakit saluran pernapasan, bunyi napas mendesing
  • Batuk-batuk setelah menangis atau lari-lari, terutama di malam hari
  • Dinding dada seperti tertarik ke dalam di antara tulang rusuk dan di bagian bawah leher
  • Sering menderita infeksi saluran napas seperti bronkitis dan pneumonia atau penyakit paru-paru.
  • Napas pendek
  • Ekspirasi memanjang
  • Gerakan napas lebih cepat
  • Batuk-batuk disertai bunyi napas mendesing atau tidak

Gejala asma pada anak secara klinis mempunyai gejala yang bervariasi dari gejala yang ringan sampai gejala yang berat. Namun gejala asma pada anak yang khas adalah terjadinya sesak nafas yang bisa berulang seperti ada napas yang berbunyi. Batuk kering adalah suat awal dari gejala yang biasanya akan menyerang anak-anak di malam hari dan menjelang pagi hari. Kemudian batuk tersebut akan disertai dengan dahak yang kental. Gejala asma pada anak ini juga disertai dengan pilek-pilek atau rinitis alergika. Dan gejala ini akan terasa setelah sekitar 4-8 jam setelah mendapatkan kontak langsung dengan pemicunya.

Faktor pemicu terjadinya asma pada anak adalah salah satunya akibat batuk. Batuk yang timbul jika mengalami kontak dengan faktor pencetusnya. Batuk yang terjadi pada anak yang asma akan memberikan suatu ciri yang lain, batuk akan terasa lebih berat di malam hari dan dini hari. Kadang, perbedaan dari intensitas pada batuk yang terjadi di siang dan malam harinya akan menjadi sangat hebat. Di siang hari biasanya tidak akan muncull batuk sama sekali, namun di malam hari batuk akan menjadi sangat ektrem dan membuat anak menjadi tidak bisa tertidur. Hal ini akan membuat orangtua menjadi terganggu tidurnya. Akibatnya membuat anak mengantuk saat pelajaran sekolah dan mengganggu aktivitas pekerjaan orangtua.

Selain itu ada hal lain yang bisa memperkuat diagnosis dari asma pada anak, yakni adalah rangsangan atau respons yang baik pada obat asma. Dan hal ini sering terjadi karena asma tidak terdiagnosis, pasien dengan keluhan batuk yang bandel biasanya diberikan obat untuk menekan batuk, namun yang terjadi batuknya malah semakin menjadi. Pasien dengan asma memang tidak boleh diberikan obat jenis tadi. Biasanya batuk akan mereda jika diberikan obat asma. Untuk menegakkan diagnosis asma pada anak, maka hal yang diperlukan adalah pemeriksaan lanjut secara khusus dalam bentuk uji fungsi paru. Dan untuk melaksanakannya, maka pasien perlu melakukan suatu jurus yang cukup kompleks. Dan biasanya, anak yang berusia dibawah 7 tahun belum bisa melakukannya sehingga pemeriksaan dari gejala asma pada anak akan terbatas yang digunakan pada anak kecil.

Penyebab penyakit asma hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa pemicu yang menjadi pencetus penyakit asma. Namun sampai saat ini masih belum ada yang bisa terima dari hipotesis dan juga penelitian yang dilakukan untuk meyakini bahwa penyebab asma adalah karena suatu hal tertentu. Untuk anak yang menderita asma, biasanya mereka mempunyai sifat yang hiperresponsif. Respon yang berlebihan pada alergen yang mencetuskan penyakit asma dan menimbulkan suatu respon. Semua pencetus ini akan menghasilkan suatu reaksi yang sama : sel pada saluran udara akan melepaskan zat kimia. Dan zat-zat inilah yang menyebabkan saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan peradangan serta bisa merangsang sel otot pada bagian dinding saluran napas yang mengekerut dan membuat produksi lendir mengalami peningkatan pada salurana napas. Setiap dari reaksi ini akan memicu dari terjadinya pengecilan pada saluran napas dengan tiba-tiba atai mendadak. Dan pada kebanyakan anak-anak saluran napas tadi kembali menjadi normal diantara serangan asma yang terjadi.

Upaya pencegahan yang dilakukan pada gejala asma pada anak adalah dengan menghindari apa yang menjadi faktor pencetusna. Melakukan pencegahan dini untuk ibu hamil, bayi, ibu menyusui serta seterusnya. Pemakaian dari obat-obatan tertentu. Dan upaya pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan dari obat-obatan yang bisa membantu melebarkan saluran napas yang mengalami penyempitan. Hasil dari pengobatan yang terbaik untuk jangka waktu yang lebih panjang hanya bisa dicapai disamping dari penggunaan obat-ob atan yang juga bisa menghindari faktor penyebab asma.

Gejala Asma Pada Anak


=====================================

>>> Kapsul Herbal Asma Untuk Mengobati Penyakit Asma dan Gejalanya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Asma Pada Anak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>